Merencanakan Masa Depan

cara tepat merencanakan masa depanSeorang anak ditanya oleh orangtua dan gurunya di sekolah: “Nanti kalo sudah besar cita-citamu ingin jadi apa?”

Seorang mahasiswa tingkat akhir ditanya oleh dosen dan juga teman-temannya: “Apa rencanamu setelah lulus kuliah?”

Disadari atau tidak, banyak pertanyaan lain yang kita peroleh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan perencanaan masa depan. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa saja datang dari teman, guru, dosen,  saudara, orangtua, mertua atau dari diri sendiri. Merencakan masa depan merupakan suatu kebutuhan. Manusia akan tumbuh dewasa, mencari nafkah, menikah, membina keluarga, mempunyai anak,  berusaha memenuhi kebutuhan hidup, dan meraih apa yang dicita-citakan.

Memang ada sebagian orang yang berkata: “Biarlah hidup itu mengalir apa adanya”. Namun apakah ia tau, kemana ia akan tertuju jika hidupnya hanya dibiarkan mengalir begitu saja? Hidup tidak akan bermakna jika hanya dibiarkan mengalir tanpa ada tujuan yang jelas. Bukankah Buya Hamka berkata: “Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga bekerja.”

Jangan sampai Anda salah merencanakan masa depan, karena gagal membuat perencaaan sama dengan merencanakan kegagalan. Perlu beberapa pertimbangan dan perenungan dalam membuat rencana yang baik. Rencana yang baik adalah rencana yang mengikuti konsep SMART (Specific, Measurable, Aggressive, Realistic, Time bound).

Specific (spesifik/jelas)

Buatlah tujuan yang spesifik atau jelas. Seringkali kita terjebak pada tujuan yang tidak spesifik misalnya ingin menjadi orang sukses, berguna bagi banyak orang, tanpa menyebutkan profesi atau pekerjaan apa yang akan dijalani. Perlu kita ketahui bahwa ukuran sukses setiap orang itu berbeda, tergantung dari sudut pandang dan penilaian yang ia miliki. Setiap orang dengan profesi yang beragam pun bisa berguna bagi banyak orang. Seorang office boy atau petugas kebersihan di kantor juga memberi banyak manfaat bagi banyak orang. Oleh karena itu, buatlah tujuan yang jelas agar Anda lebih mudah dalam menentukan target dan langkah-langkah yang akan Anda lakukan.

Measurable (dapat diukur/terukur)

Sebuah tujuan yang baik harus terukur sehingga Anda dapat melihat perkembangan dari tujuan Anda. Buatlah target secara berkala. Bagi tujuan besar Anda menjadi beberapa bagian menjadi target, harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Misalnya ketika Anda memiliki tujuan untuk menjadi lulusan terbaik di universitas maka buatlah target yang jelas dan terukur. Tentukan target apa yang ingin Anda capai setiap bulannya, bila perlu dibuat perminggu.  Lalu jadikan setiap hari yang Anda miliki sebagai rutinitas yang relevan dengan tujuan Anda.

Achievable (dapat dicapai)

Jangan sampai membuat tujuan yang tidak mungkin Anda capai. Hal ini berhubungan dengan besarnya tujuan dan kesiapan orang yang ingin mencapainya. Sebuah tujuan disebut achievable ketika tujuan tersebut memiliki kemungkinan untuk bisa dicapai. Buatlah tujuan yang sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan kesiapan Anda. Jangan membuat tujuan yang terlalu tinggi atau jauh dari kapasitas Anda, karena hal tersebut hanya akan membuat Anda tidak bersemangat ketika terlalu banyak kesulitan yang Anda hadapi. Realistislah dalam menentukan tujuan.

Relevant (relevan)

Tujuan dan usaha yang Anda lakukan harus relevan atau bersesuaian. Ketika Anda bercita-cita menjadi seorang pilot tetapi Anda tidak pernah mengikuti sekolah penerbangan, maka sampai kapan pun Anda tidak akan pernah menjadi pilot. Anda ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah segera usaha Anda walaupun diawali dari usaha kecil-kecilan. Jangan merasa puas dengan gaji yang Anda miliki saat menjadi karyawan jika Anda memang ingin menjadi pengusaha. Pelajari bagaimana orang lain bisa menjadi pengusaha yang sukses. Banyak para pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan sedikit modal namun penuh dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Time Based (berbasis waktu)

Tentukan kapan Anda akan mencapai tujuan yang Anda miliki. Target berkala selain berfungsi sebagai alat ukur tigkat keberhasilan tujuan, ia juga berfungsi untuk mengkontrol batas waktu yang Anda miliki dalam mencapai tujuan. Tujuan yang Anda miliki mungkin menjadi kurang berarti atau tidak berguna ketika Anda terlambat mencapainya. Banyak kejadian ketika seseorang ingin mendapat beasiswa bergengsi di luar negeri tetapi usianya sudah lebihi batas usia yang ditentukan pihak universitas, padahal ia mampu, maka ia pun harus rela menerima aturan yang ada. Saat ini, banyak perusahaan atau lembaga yang menetapkan batas usia bagi orang yang ingin melamar pekerjaan. Maka buatlah tujuan yang mempunyai batas waktu yang jelas agar Anda sukses di waktu yang tepat.

Jangan terlalu menyesali masa lalu, dan jangan pula mengkhawatirkan masa depan. Tentukan tujuan hidup Anda saat ini, dan wujudkan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Sukses atau tidaknya diri Anda di masa depan tergantung pada usaha Anda saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s