Mengendalikan Perasaan

Tindakan manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh dua hal yaitu pikiran (akal) dan perasaan. Tindakan orang yang sedang merasa senang berbeda dengan tindakan orang yang merasa sedih, kesal, atau bosan. Ada kalanya kita harus bisa mengendalikan perasaan yang dialami pada situasi dan kondisi agar tidak terjadi hal-yang yang tidak diinginkan. Untuk dapat mengendalikan perasaan, kita harus mengetahui terlebih dahulu dari mana perasaan itu berasal. Dengan mengetahui sumber perasaan, kita dapat mengendalikan perasaan yang ada dalam diri kearah yang positif dan memanfaatkannya untuk menunjang kesuksesan.

Dalam buku Dahsyatnya Berperasaan Positif, Dr. Ibrahim Elfiky menjelaskan bahwa perasaan manusia berasal dari tiga hal yaitu pengetahuan, kenangan, dan imajinasi.

  1. Pengetahuan

Suatu perasaan tidak akan muncul kecuali Anda mengetahui sesuatu kemudian Anda memaknainya hingga akhirnya muncul suatu perasaan. Ketika Anda mengetahui bahwa seseorang mengatakan suatu yang menyakitkan, menyinggung, atau menghina, Anda memaknai perkataan tersebut kemudian Anda akan merasa marah. Ketika Anda mendengar kabar baik atau mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan, Anda memaknai peristiwa tersebut kemudian Anda merasa senang. Tanpa pengetahuan, tidak akan ada makna. Pengetahuan Anda tentang sesuatu merupakan awal segalanya. Pengetahuanlah yang pertama kali menimbulkan perasaan positif maupun perasaan negatif. Mengetahui sesuatu merupakan titik awal untuk mengubahnya menjadi lebih baik.

  1. Imajinasi

Proses berfikir manusia tidak terlepas dari imajinasi atau visualisasi. Manusia berfikir dengan cara membayangkan suatu gambaran dalam pikirannya. George Bernard Shaw berkata:

“Imajinasi itu lebih kuat dari pada pengetahuan. Ia bisa melintasi masa lalu dan masa depan, sedangkan pengetahuan memancar dari pengetahuan yang didapat dari masa lalu saja.”

Imajinasi berinteraksi dengan pengetahuan seseorang, lalu mengubahnya menjadi pengetahuan baru. Imajinasi mampu manusia jauh ke masa depan untuk melukiskan hal-hal yang sebenarnya belum terjadi. Manusia bermimpi, mempunyai cita-cita, karena menggunakan imajinasinya. Namun di sisi lain, imajinasi terkadang membawa manusia ke masa lalu dan melukiskan peristiwa yang telah terjadi dan membuat tidak nyaman. Apapun peristiwa yang dilukiskan oleh imajinasi, baik di masa lalu maupun di masa depan, bisa membuat seseorang senang atau sedih. Tidak ada peristiwa terjadi tanpa imajinasi, karena manusia berfikir menggunakan ilustrasi. Anda tidak mungkin mengambil sikap tanpa membayangkannya terlebih dahulu.

  1. Memori

Memori bersumber dari masa lalu, tetapi bisa dipakai seseorang di masa depan. Pengetahuan, imajinasi, dan memori bekerja secara bersama-sama. Ketika manusia berfikir, akal membuka file memori untuk memperoleh pengetahuan lalu mengolahnya dengan membuat ilustrasi melalui imajinasi. Kalau bukan karena masa lalu, tidak akan ada masa depan. Dari masa lalulah pengetahuan, pemikiran, dan perasaan diperoleh dan dipersembahkan untuk masa kini. Masa lalu mengajarkan Anda, dan Anda bisa belajar dari masa lalu. Ada pepatah yang mengatakan: “Pengalaman adalah guru terbaik”. Jika Anda tida belajar dari pengalaman atau masa lalu, maka Anda telah menyia-nyiakan kehidupan Anda. Setiap kali Anda belajar dari pengalaman masa lalu, Anda akan lebih mampu menyikapi kehidupan dengan baik.

Adakalanya seseorang merasa kesal dan marah hanya karena memikirkan sesuatu. Ketika berfikir, ia membuka memori yang berisikan perasaan negatif.  Dengan memikirkan sesuatu, otak langsung mengurai memori, lalu mengurai sesuatu itu. Satu memori dengan memori yang lain dihubungkan oleh jembatan khayal atau imajinasi. Anda tidak mungkin tahu informasi yang telah lalu atau pernah diperoleh tanpa membuka memori. Anda tidak mungkin bisa membuka file memori tanpa berimajinasi. Anda juga tidak mungkin berimajinasi atau mengkhasyal sesuatu tanpa memiliki pengetahuan. Pengetahuan, imajinasi, dan memori bekerja secara bersama-sama, lalu melahirkan perasaan baik positif maupun negatif.

Jika kita perhatikan dengan seksama tentang bagaimana suatu perasaan bisa muncul, ternyata perasaan itu muncul karena adanya proses berfikir. Sejatinya memaknai sesuatu, berimajinasi, dan memproses memori adalah rangkaian dari proses berfikir itu sendiri. Sehingga semakin kuat pikiran positif, akan semakin kuat juga perasaan positif, begitu sebaliknya. Apapun yang Anda pikirkan akan memberi hasil berupa perasaan yang beragam, tergantung bagaimana sudut pandang atau pola pikir yang Anda miliki.

Manusia memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Kita bebas memilih pikiran mana saja untuk bisa fokus ke satu pemikiran, ketika ada banyak pikiran yang terlintas dalam diri kita. Pada setiap pikiran yang kita pilih, terdapat suatu bentuk perasaan baik positif maupun negatif. Semakin kuat pikiran tersebut, semakin kuat pula perasaan yang terkandung di dalamnya.

Pikiran dan perasaan dipengaruhi oleh rangsangan dari luar diri manusia melalui ke lima panca indera terutama penglihatan dan pendengaran. Setiap hal dilihat dan didengar memiliki pengaruh yang kuat bagi pikiran dan perasaan. Selain itu, pikiran dan perasaan juga dipengaruhi oleh pengetahuan, memori, imajinasi yang dimiliki seseorang.

Sebuah film maupun video bisa membuat orang senang, sedih, marah, mempengaruhi untuk membeli sesuatu (iklan), atau menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ketika Anda mendengar suatu musik lawas yang begitu berarti bagi Anda, pikiran akan membawa Anda pada kenangan masa lalu disertai dengan perasaan yang Anda rasakan waktu itu.

Berhati-hatilah pada konten yang Anda lihat dan Anda dengar karena bisa mempengaruhi pikiran dan perasaan. Keduannya merupakan sumber keingingan yang akan mengarahkan Anda pada suatu tindakan. Ingatlah bagaimana Anda dipengaruhi oleh suatu musik, video, film, atau iklan suatu produk. Hanya dengan menonton film atau lagu tertentu kita bisa merasakan emosi yang terkandung dalam film dan lagu tersebut. Sebuah iklan makanan, minuman, kosmetik, elektronik dan sebagainya dirancang sedemikian rupa agar terlihat menarik dan membuat orang yang melihatnya tertarik untuk membeli.

Manusia bisa berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya dari apa yang dilihat, didengar, dan difikirkan. Jagalah mata, telinga, dan pikiran Anda dari hal-hal negatif yang memberi pengaruh yang buruk. Lingkungan yang positif mempengaruhi pikiran dan perasaan sehingga menjadi positif, bergitu pula sebaliknya. Bergaulah dengan orang-orang yang bisa menuntun Anda dalam kebaikan dan memberi dampak positif bagi kehidupan Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s